!!

JOM DAFTAR

Kepada pelawat yang dihormati. Dimaklumkan bahawa Forum diskusi ini ditutup untuk pelawat buat seketika.

Pelawat adalah disaran mendaftar bagi membolehkan pengaksesan forum sepenuhnya.  Untuk mendaftar sila e-mel ke dahalan@harmoni-my.org dan nyatakan user id dan pwd.

Pelawat hanya boleh melihat kategori dan tajuk topik sahaja.

JOM DAFTAR.

Oh ya...kalau nak 'donate' sila ke http://harmoni-my.org dan klik aje iklan dari nuffnang tu.....klik kat nuffnang bawah ni pun okay....Pak Ndak

CARI POSKOD



Author Topic: ILMU LADUNI-ILHAM  (Read 4513 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline belagak

  • Laksamana Muda
  • *
  • Posts: 4657
  • Karma: +118/-91
  • Last Login:December 27, 2009, 08:42:58 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #90 on: May 04, 2009, 12:43:47 PM »
Itu ilmu warisan bukan Laduni...Laduni....direct dari Allah...guru sebenar guru... :worshippy:
darulsaka.blogspot.com

utusan

  • Guest
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #91 on: May 04, 2009, 12:47:51 PM »
betul2..

ilmu waris2 tu kekadang disebabkan jin...jin yg dibela oleh org dulu2...kemudian kene laaa cari waris kalau nak jadi..makanya adalaa..kelebihan nanti mcm boleh berubat... so nanti ada laaa mulut2 akan berkata benda tu bagus utk dibuat menolong orang...hahahahha

wakakakkakaka makkkkk aiiiiiii

Offline hantukiller

  • Leftenan
  • *
  • Posts: 584
  • Karma: +1/-143
  • Last Login:December 13, 2013, 11:20:29 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #92 on: May 04, 2009, 03:08:43 PM »
betul2..

ilmu waris2 tu kekadang disebabkan jin...jin yg dibela oleh org dulu2...kemudian kene laaa cari waris kalau nak jadi..makanya adalaa..kelebihan nanti mcm boleh berubat... so nanti ada laaa mulut2 akan berkata benda tu bagus utk dibuat menolong orang...hahahahha

wakakakkakaka makkkkk aiiiiiii
Kalau kepandaian yg disebabkan dari jin saka, itu bukan ilmu laduni, tapi ilmu saka iaitu ilmu yg dibawa jin saka, dan orang tersebut tidak tau apa apa jika jin tu tiada, sedangkan ilmu ialah kepandaian pada sesaorang dari anugerah Allah tetapi  anugerah kepandaian yg dipindahkan dinamakan laduni. Contohnya Ilmu penipu Abu Jahal(dlm berkata-kata) pun ada yg dipindahkan kepada manusia sekarang walaupun org tersebut bukan keturunan abu jahal.

utusan

  • Guest
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #93 on: May 04, 2009, 07:00:40 PM »
betul2..

ilmu waris2 tu kekadang disebabkan jin...jin yg dibela oleh org dulu2...kemudian kene laaa cari waris kalau nak jadi..makanya adalaa..kelebihan nanti mcm boleh berubat... so nanti ada laaa mulut2 akan berkata benda tu bagus utk dibuat menolong orang...hahahahha

wakakakkakaka makkkkk aiiiiiii
Kalau kepandaian yg disebabkan dari jin saka, itu bukan ilmu laduni, tapi ilmu saka iaitu ilmu yg dibawa jin saka, dan orang tersebut tidak tau apa apa jika jin tu tiada, sedangkan ilmu ialah kepandaian pada sesaorang dari anugerah Allah tetapi  anugerah kepandaian yg dipindahkan dinamakan laduni. Contohnya Ilmu penipu Abu Jahal(dlm berkata-kata) pun ada yg dipindahkan kepada manusia sekarang walaupun org tersebut bukan keturunan abu jahal.







wakakakaka makkkkk aiiii ilmu ladunni ;ilmu saka bukan ke dalam kategori ilmu ghaib wakakakakakkaka makkkkkkk aiiiiiiiiiii....

pendek kata ilmu ladunni direct dari Tuhan.... wakakakakka makkkkkkk oiiiiiii

Offline Selamat

  • Laksamana Madya
  • *
  • Posts: 5160
  • Karma: +67/-37
  • Gender: Male
  • Last Login:January 24, 2014, 10:40:07 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #94 on: May 05, 2009, 05:25:02 PM »
ok ler tu..

ilmu laduni ke atau tidak..semuanya dari Allah swt. Direct atau tidak, agak2 ler.. nak direct bayau ler mahal sikit..private line biasanya mahal sikit.

Offline belagak

  • Laksamana Muda
  • *
  • Posts: 4657
  • Karma: +118/-91
  • Last Login:December 27, 2009, 08:42:58 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #95 on: May 05, 2009, 06:37:29 PM »
Ilmu Saka sudah diketahui dan dipraktikan berketurunan lamanya...

Ilmu Laduni disampaikan terus dari ALLAH s.w.t dan biasanya ilmunya sudah terkenal pun cuma ketiadaan Guru Setempat untuk mengajar.....atau memang suatu yg baharu...
darulsaka.blogspot.com

Offline langsambar

  • Komander
  • *
  • Posts: 1672
  • Karma: +7/-54
  • Gender: Male
  • Last Login:July 26, 2012, 05:47:56 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #96 on: May 06, 2009, 06:36:49 AM »
Amalkan ni Bismillah 1000x selama 41 hari...

Lopeh tu amalkan Ilahi unsurni ala aqdahi bihaqqi bismillah wabillah waminnallah wailallah 13 x lepas solat...



assalammulaikum abg belagak bagaimana jika ayat  Ilahi unsurni ala aqdahi bihaqqi bismillah wabillah waminnallah wailallah kita zikir tanpa batas dan waktu maksudnya melakukan zikir sepanjang masa dari dlm diri kita. dan apakah benar jika seseorang itu bila menguasai ilmu laduni dan ilham ini tidak tahu dia menguasai ilmu ini pdahal dia sudah menguasai. tapi segala tingkah laku perbuatan seolah2 diberi petunjuk

Dia pasti tahu kalau dia cepat bertanya Guru sesudah ada kelainan....Cuma bila dah lama...menda tu dah sebati dan lali...tiadalah dia berkira sangat... :ppup:


tima kasih....tima kasih....abg belagak aku tau abg belagak ni tak kedekut ilmu.
macam mana dgn org yg mengamalkan zikir ni sirrullah, nurrullah, dzattullah, wujuddullah, kalammullah.abg belagak bole terangkan tak

Offline belagak

  • Laksamana Muda
  • *
  • Posts: 4657
  • Karma: +118/-91
  • Last Login:December 27, 2009, 08:42:58 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #97 on: May 06, 2009, 04:09:12 PM »
Tak..tak tau pulak dibuat zikir..yg den tahu jenis2 zikir yg berbeza pada makam2 tersebut ..
darulsaka.blogspot.com

Offline Harimau hitam

  • Leftenan Muda
  • *
  • Posts: 139
  • Karma: +0/-2
  • Last Login:June 05, 2012, 05:35:47 PM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #98 on: May 09, 2009, 05:13:33 PM »
Manusia


Dilahirkan di bumi ini dalam keadaan bodoh, tidak mengerti apa-apa. Lalu Allah mengajarkan kepadanya berbagai macam nama dan pengetahuan agar ia bersyukur dan mengabdikan dirinya kepada Allah dengan penuh kesadaran dan pengertian. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."
(An-Nahl: 7


Pada hakikatnya, semua ilmu makhluk adalah "Ilmu Laduni" artinya ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Para malaikat-Nya pun berkata:


"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami." (Al-Baqarah: 32)

Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa belajar (wahbiy). Kedua, ilmu yang didapat karena belajar (kasbiy).

Bagian pertama (didapat tanpa belajar) terbagi menjadi dua macam:

1. Ilmu Syar'iat,

yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui jalan wahyu (wahyu tasyri'), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam alaihissalam hingga nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidlir . Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman tentang Khidhir:

"Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari
sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi
Kami." (Al-Kahfi: 65)

Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidlir alaihissalam berkata kepada Nabi Musa alaihissalam:

"Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari
ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak
mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang
Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga."

Ilmu syari'at ini sifatnya mutlak kebenarannya, wajib dipelajari dan diamalkan oleh setiap mukallaf (baligh dan mukallaf) sampai datang ajal kematiannya.

2. Ilmu Ma'rifat (hakikat),

yaitu ilmu tentang sesuatu yang ghaib melalui jalan kasyf (wahyu ilham/terbukanya tabir ghaib) atau ru'ya (mimpi) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih. Ilmu kasyf inilah yang dimaksud dan dikenal dengan julukan "ilmu laduni" di kalangan ahli tasawwuf. Sifat ilmu ini tidak boleh diyakini atau diamalkan manakala menyalahi ilmu syari'at yang sudah termaktub di dalam mushaf Al-Qur'an maupun kitab-kitab hadits. Menyalahi di sini bisa berbentuk menentang, menambah atau mengurangi.

Bagian Kedua

Adapun bagian kedua yaitu ilmu Allah yang diberikan kepada semua makhluk-Nya melalui jalan kasb (usaha) seperti dari hasil membaca, menulis, mendengar, meneliti, berfikir dan lain sebagainya.

Dari ketiga ilmu ini (syari'at, ma'rifat dan kasb) yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari wahyu yaitu ilmu syari'at, karena ia adalah guru. Ilmu kasyf dan ilmu kasb tidak dianggap apabila menyalahi syari'at. Inilah hakikat pengertian ilmu laduni di dalam Islam.

Khurafat Shufi

Istilah "ilmu laduni" secara khusus tadi telah terkontaminasi (tercemari) oleh virus khurafat shufiyyah. Sekelompok shufi mengatakan bahwa:



"Ilmu laduni" atau kasyf adalah ilmu yang khusus diberikan oleh Allah kepada para wali shufi. Kelompok selain mereka, lebih-lebih ahli hadits(sunnah), tidak bisa mendapatkannya.
"Ilmu laduni" atau ilmu hakikat lebih utama daripada ilmu wahyu (syari'at). Mereka mendasarkan hal itu kepada kisah Nabi Khidlir alaihissalam dengan anggapan bahwa ilmu Nabi Musa alaihissalam adalah ilmu wahyu sedangkan ilmu Nabi Khidhir alaihissalam adalah ilmu kasyf (hakikat). Sampai-sampai Abu Yazid Al-Busthami (261 H.) mengatakan:
"Seorang yang alim itu bukanlah orang yang menghapal dari kitab, maka jika ia lupa apa yang ia hapal ia menjadi bodoh, akan tetapi seorang alim adalah orang yang mengambil ilmunya dari Tuhannya di waktu kapan saja ia suka tanpa hapalan dan tanpa belajar. Inilah ilmu Rabbany."

Ilmu syari'at (Al-Qur'an dan As-Sunnah) itu merupakan hijab (penghalang) bagi seorang hamba untuk bisa sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dengan ilmu laduni saja sudah cukup, tidak perlu lagi kepada ilmu wahyu, sehingga mereka menulis banyak kitab dengan metode kasyf, langsung didikte dan diajari langsung oleh Allah, yang wajib diyakini kebenarannya. Seperti Abd. Karim Al-Jiliy mengarang kitab Al-Insanul
Kamil fi Ma'rifatil Awakhir wal Awail. Dan Ibnu Arabi (638 H) menulis kitab Al-Futuhatul Makkiyyah.

Untuk menafsiri ayat atau untuk mengatakan derajat hadits tidak perlu melalui metode isnad (riwayat), namun cukup dengan kasyf sehingga terkenal ungkapan di kalangan mereka
"Hatiku memberitahu aku dari Tuhanku." Atau "Aku diberitahu oleh Tuhanku dari diri-Nya sendiri, langsung tanpa perantara apapun."

Sehingga akibatnya banyak hadits palsu menurut ahli hadits, dishahihkan oleh ahli kasyf (tasawwuf) atau sebaliknya. Dari sini kita bisa mengetahui mengapa ahli hadits (sunnah) tidak pernah bertemu dengan ahli kasyf (tasawwuf).

Bantahan Singkat Terhadap Kesesatan di atas



Kasyf atau ilham tidak hanya milik ahli tasawwuf. Setiap orang mukmin yang shalih berpotensi untuk dimulyakan oleh Allah dengan ilham. Abu Bakar radhiallahu anhu diilhami oleh Allah bahwa anak yang sedang dikandung oleh isterinya (sebelum beliau wafat) adalah wanita. Dan ternyata ilham beliau (menurut sebuah riwayat berdasarkan mimpi) menjadi
kenyataan. Ibnu Abdus Salam mengatakan bahwa ilham atau ilmu Ilahi itu termasuk sebagian balasan amal shalih yang diberikan Allah di dunia ini. Jadi tidak ada dalil pengkhususan dengan kelompok tertentu, bahkan dalilnya bersifat umum, seperti sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasalam:
"Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui." (Al-Iraqy berkata: HR. Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah dari Anas radhiallahuanhu, hadits dhaif).

Yang benar menurut Ahlusunnah wal Jama'ah adalah Nabi Khidhir alaihissalam memiliki syari'at tersendiri sebagaimana Nabi Musa alaihissalam. Bahkan Ahlussunnah sepakat kalau Nabi Musa alaihissalam lebih utama daripada Nabi Khidhir alaihissalam karena Nabi Musa alaihissalam termasuk Ulul 'Azmi (lima Nabi yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran yang tinggi, yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad).

Adapun pernyataan Abu Yazid, maka itu adalah suatu kesalahan yang nyata karena Nabi shallallahu 'alaihi wasalam hanya mewariskan ilmu syari'at (ilmu wahyu), Al-Qur'an dan As-Sunnah. Nabi mengatakan bahwa para ulama yang memahami Al-Kitab dan As-Sunnah
itulah pewarisnya, sedangkan anggapan ada orang selain Nabi shallallahu 'alaihi wasalam yang mengambil ilmu langsung dari Allah kapan saja ia suka, maka ini adalah khurafat sufiyyah.

Anggapan bahwa ilmu syari'at itu hijab adalah sebuah kekufuran, sebuah tipu daya syetan untuk merusak Islam. Karena itu, tasawwuf adalah gudangnya kegelapan dan kesesatan. Sungguh sebuah sukses besar bagi iblis dalam memalingkan mereka dari cahaya Islam.

Anggapan bahwa dengan "ilmu laduni" sudah cukup adalah kebodohan dan kekufuran. Seluruh ulama Ahlussunnah termasuk Syekh Abdul Qodir Al-Jailani mengatakan: "Setiap hakikat yang tidak disaksikan (disahkan) oleh syari'at adalah zindiq (sesat)."

Inilah penyebab lain bagi kesesatan tasawwuf. Banyak sekali kesyirikan dan kebid'ahan dalam tasawwuf yang didasarkan kepada hadits-hadits palsu. Dan ini pula yang menyebabkan orang-orang sufi dengan mudah dapat mendatangkan dalil dalam setiap masalah karena mereka menggunakan metode tafsir bathin dan metode kasyf dalam
menilai hadits, dua metode bid'ah yang menyesatkan.

Tiada kebenaran kecuali apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda:

"Wahai manusia belajarlah, sesungguhnya ilmu itu
hanya dengan belajar dan fiqh (faham agama) itu hanya dengan bertafaqquh
(belajar ilmu agama/ilmu fiqh). Dan barangsiapa yang dikehendaki baik oleh
Allah, maka ia akan difaqihkan (difahamkan) dalam agama ini."
(HR. Ibnu Abi Ashim, Thabrani, Al-Bazzar dan Abu Nu'aim, hadits hasan).
(Abu Hamzah As-Sanuwi).

Maraji':



Al-Fathur Rabbaniy, Abdul Qadir Al-Jailani (hal. 159, 143, 232).

Al-Fatawa Al-Haditsiyah, Al-Haitamiy (hal. 128, 285, 311).

Ihya' Ulumuddin, Al-Ghazali (jilid 3/22-23) dan (jilid 1/71).

At-Tasawwuf, Muhammad Fihr Shaqfah (hal. 26, 125, 186, 227).

Fathul Bariy, Ibnu Hajar Al-Asqalaniy (I/141, 167).

Fiqhut Tasawwuf, Ibnu Taimiah (218).

Mawaqif Ahlusunnah, Utsman Ali Hasan (60, 76).

Al-Hawi, Suyuthiy (2/197).


Offline Harimau hitam

  • Leftenan Muda
  • *
  • Posts: 139
  • Karma: +0/-2
  • Last Login:June 05, 2012, 05:35:47 PM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #99 on: May 09, 2009, 05:14:30 PM »
Ilmu kasyaf atau yang lebih dikenal dengan ilmu laduni (ilmu batin) tidaklah asing ditelinga kita, lebih – lebih lagi bagi siapa saja yang sangat erat hubungannya dengan tasawuf beserta tarekat-tarekatnya.

Kata sebagian orang: “Ilmu ini sangat langka dan sakral. Tak sembarang orang bisa meraihnya, kecuali para wali yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat. Sehingga jangan sembrono untuk buruk sangka, apalagi mengkritik wali-wali yang tingkah lakunya secara dhahir menyelisihi syariat.

Wali-wali atau gus-gus itu beda tingkatan dengan kita, mereka sudah sampai tingkatan ma’rifat yang tidak boleh ditimbang dengan timbangan syari’at lagi”. Benarkah demikian? Inilah topik yang kita kupas pada kajian kali ini.

Hakikat Ilmu Laduni
Kaum sufi telah memproklamirkan keistimewaan ilmu laduni. Ia merupakan ilmu yang paling agung dan puncak dari segala ilmu. Dengan mujahadah, pembersihan dan pensucian hati akan terpancar nur dari hatinya, sehingga tersibaklah seluruh rahasia-rahasia alam ghaib bahkan bisa berkomunikasi langsung dengan Allah, para Rasul dan ruh-ruh yang lainnya, termasuk nabi Khidhir. Tidaklah bisa diraih ilmu ini kecuali setelah mencapai tingkatan ma’rifat melalui latihan-latihan, amalan-amalan, ataupun dzikir-dzikir tertentu.

Ini bukan suatu wacana atau tuduhan semata, tapi terucap dari lisan tokoh-tokoh tenar kaum sufi, seperti Al Junaidi, Abu Yazid Al Busthami, Ibnu Arabi, Al Ghazali, dan masih banyak lagi yang lainnya yang terdapat dalam karya-karya tulis mereka sendiri.
1. Al Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin 1/11-12 berkata: “Ilmu kasyaf adalah tersingkapnya tirai penutup, sehingga kebenaran dalam setiap perkara dapat terlihat jelas seperti menyaksikan langsung dengan mata kepala … inilah ilmu-ilmu yang tidak tertulis dalam kitab-kitab dan tidak dibahas … “. Dia juga berkata: “Awal dari tarekat, dimulai dengan mukasyafah dan musyahadah, sampai dalam keadaan terjaga (sadar) bisa menyaksikan atau berhadapan langsung dengan malaikat-malaikat dan juga ruh-ruh para Nabi dan mendengar langsung suara-suara mereka bahkan mereka dapat langsung mengambil ilmu-ilmu dari mereka”. (Jamharatul Auliya’: 155)
2. Abu Yazid Al Busthami berkata: “Kalian mengambil ilmu dari orang-orang yang mati. Sedang kami mengambil ilmu dari Allah yang Maha Hidup dan tidak akan mati. Orang seperti kami berkata: “Hatiku telah menceritakan kepadaku dari Rabbku”. (Al Mizan: 1/28)
3. Ibnu Arabi berkata: “Ulama syariat mengambil ilmu mereka dari generasi terdahulu sampai hari kimat. Semakin hari ilmu mereka semakin jauh dari nasab. Para wali mengambil ilmu mereka langsung dari Allah yang dihujamkan ke dalam dada-dada mereka.” (Rasa’il Ibnu Arabi hal. 4)
Dedengkot wihdatul wujud ini juga berkata: “Sesungguhnya seseorang tidak akan sempurna kedudukan ilmunya sampai ilmunya berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla secara langsung tanpa melalui perantara, baik dari penukilan ataupun dari gurunya. Sekiranya ilmu tadi diambil melalui penukilan atau seorang guru, maka tidaklah kosong dari sistim belajar model tersebut dari penambahan-penambahan. Ini merupakan aib bagi Allah ‘Azza wa Jalla – sampai dia berkata – maka tidak ada ilmu melainkan dari ilmu kasyaf dan ilmu syuhud bukan dari hasil pembahasan, pemikiran, dugaan ataupun taksiran belaka”.


Ilmu Laduni Dan Dampak Negatifnya Terhadap Umat


Kaum sufi dengan ilmu laduninya memiliki peran sangat besar dalam merusak agama Islam yang mulia ini. Dengannya bermunculan akidah-akidah kufur –seperti diatas – dan juga amalan-amalan bid’ah. Selain dari itu, mereka secara langsung ataupun tidak langsung terlibat dalam kasus pembodohan umat. Karena menuntut ilmu syar’i merupakan pantangan besar bagi kaum sufi. Berkata Al Junaidi: “Saya anjurkan kepada kaum sufi supaya tidak membaca dan tidak menulis, karena dengan begitu ia bisa lebih memusatkan hatinya. (Quutul Qulub 3/135)

Abu Sulaiman Ad Daraani berkata: “Jika seseorang menuntut ilmu hadits atau bersafar mencari nafkah atau menikah berarti ia telah condong kepada dunia”. (Al Futuhaat Al Makiyah 1/37)

Berkata Ibnul Jauzi: “Seorang guru sufi ketika melihat muridnya memegang pena. Ia berkata: “Engkau telah merusak kehormatanmu.” (Tablis Iblis hal. 370)
Oleh karena itu Al Imam Asy Syafi’i berkata: “Ajaran tasawuf itu dibangun atas dasar rasa malas.” (Tablis Iblis:309)

Tak sekedar melakukan tindakan pembodahan umat, merekapun telah jatuh dalam pengkebirian umat. Dengan membagi umat manusia menjadi tiga kasta yaitu: syariat, hakekat, dan ma’rifat, seperti Sidarta Budha Gautama membagi manusia menjadi empat kasta. Sehingga seseorang yang masih pada tingkatan syari’at tidak boleh baginya menilai atau mengkritik seseorang yang telah mencapai tingkatan ma’rifat atau hakekat.

Syubhat-Syubhat Kaum Sufi Dan Bantahannya


1. Kata laduni mereka petik dari ayat Allah yang berbunyi:




وَعَلَمَّنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

“Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65)
Mereka memahami dari ayat ini adanya ilmu laduni sebagaimana yang Allah anugerahkan ilmu tersebut kepada Nabi Khidhir. Lebih anehnya mereka meyakini pula bahwa Nabi Khidhir hidup sampai sekarang dan membuka majlis-majlis ta’lim bagi orang-orang khusus (ma’rifat).

Telah menjadi ijma’ (kesepakatan) seluruh kaum muslimin, wajibnya beriman kepada nabi-nabi Allah tanpa membedakan satu dengan yang lainnya dan mereka diutus khusus kepada kaumnya masing-masing. Nabi Khidhir diutus untuk kaumnya dan syari’at Nabi Khidhir bukanlah syari’at bagi umat Muhammad. Rasulullah bersabda:




كَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

“Nabi yang terdahulu diutus khusus kepada kaumnya sendiri dan aku diutus kepada seluruh umat manusia” (Muttafaqun ‘alaihi)

Allah berfirman:




وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan peringatan”. (As Saba’: 28)


Adapun keyakinan bahwa Nabi Khidhir masih hidup dan terus memberikan ta’lim kepada orang-orang khusus, maka bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:




وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

(artinya) “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). (Al Anbiya’: 34)


Rasulullah bersabda:




مَا مِنْ مَنْفُوْسَةٍ اليَوْمَ تَأْتِيْ عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ يَوْمَئِذٍ حَيَّةٌ

“Tidak satu jiwapun hari ini yang akan bertahan hidup setelah seratus tahun kedepan”. (H.R At Tirmidzi dan Ahmad)

Adapun keyakinan kaum sufi bahwa seseorang yang sudah mencapai ilmu kasyaf, akan tersingkap baginya rahasia-rahasia alam ghaib. Dengan cahaya hatinya, ia bisa berkomunikasi dengan Allah, para Rasul, malaikat, ataupun wali-wali Allah. Pada tingkatan musyahadah, ia dapat berinteraksi langsung tanpa adanya pembatas apapun.


Cukup dengan pengakuannya mengetahui ilmu ghaib, sudah bisa dikatakan ia sebagai seorang pendusta. Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang yang paling mulia dari seluruh makhluk Allah, namun Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam tidaklah mengetahui ilmu ghaib kecuali apa yang telah diwahyukan kepadanya.




قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا

“Dia (Allah) yang mengetahui ilmu ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan seseorangpun tentang yang ghaib kecuali dari para rasul yang diridhai-Nya”. (Al Jin: 25-26)

Apalagi mengaku dapat berkomunikasi dengan Allah atau para arwah yang ghaib baik lewat suara hatinya atau berhubungan langsung tanpa adanya pembatas adalah kedustaan yang paling dusta. Akal sehat dan fitrah suci pasti menolaknya sambil berkata: “Tidaklah muncul omongan seperti itu kecuali dari orang stres saja”. Kalau ada yang bertanya, lalu suara dari mana itu? Dan siapa yang diajak bicara? Kita jawab, maha benar Allah dari segala firman-Nya:




هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ ﴿٢٢١﴾ تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ﴿٢٢٢﴾ يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ ﴿٢٢۳﴾

“Apakah akan Aku beritakan, kepada siapa syaithan-syaithan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithan) itu, dan kebanyakan mereka orang-orang pendusta”. (Asy Syu’ara: 221-223)

2. Sebagian kaum sufi berkilah dengan pernyataannya bahwa ilmu laduni (Al Kasyaf) merupakan ilham dari Allah (yang diistilahkan wangsit). Dengan dalih hadits Nabi Muhammad:




إِنَّهُ قَدْ كَانَ قَبْلَكُمْ فِيْ الأَمَمِ مُحَدَّثُوْنَ فَإِنْ يَكَنْ فِيْ أُمَّتِي أَحَدٌ فَعُمَر

“Dahulu ada beberapa orang dari umat-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulah ada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Hadits ini sama sekali tidak bisa dijadikan hujjah bagi mereka. Makna dhohir hadits ini, menunjukkan keberadaan ilham itu dibatasi dengan huruf syarat (kalaulah ada). Maksudnya, kalaupun ada pada umat ini, pastilah orang yang mendapatkan ilham adalah Umar Ibnul Khathab. Sehingga beliau digelari al mulham (orang yang mendapatkan ilham). Dan bukan menunjukkan dianjurkannya cari wangsit, seperti petuah tokoh-tokoh tua kaum sufi. Bagaimana mereka bisa memastikan bisikan-bisikan dalam hati itu adalah ilham? Sementara mereka menjauhkan dari majlis-majlis ilmu yang dengan ilmu syar’i inilah sebagai pemisah antara kebenaran dengan kebatilan.

Mereka berkilah lagi: “Ini bukan bisikan-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorang mukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Hati-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karena dengannya ia melihat cahaya Allah”. (H.R At Tirmidzi)
Hadits ini dho’if (lemah), sehingga tidak boleh diamalkan. Karena ada seorang perawi yang bernama Athiyah Al Aufi. Selain dia seorang perawi yang dho’if, diapun suka melakukan tadlis (penyamaran hadits).

Singkatnya, ilham tidaklah bisa mengganti ilmu naqli (Al Qur’an dan As Sunnah), lebih lagi sekedar firasat. Ditambah dengan adanya keyakinan-keyakinan batil yang ada pada mereka seperti mengaku mengetahui alam ghaib, merupakan bukti kedustaan diatas kedustaan. Berarti, yang ada pada kaum sufi dengan ilmu laduninya, bukanlah suatu ilham melainkan bisikan-bisikan syaithan atau firasat rusak yang bersumber dari hawa nafsu semata. Disana masih banyak syubhat-syubhat mereka, tapi laksana sarang laba-laba, dengan fitrah sucipun bisa meruntuhkan dan membantahnya.

Hadits-Hadits Dho’if Dan Palsu Yang Tersebar Di Kalangan Umat

Hadits Ali bin Abi Thalib:




عِلْمُ الْبَاطِنِ سِرٌّ مِنْ أَسْرَارِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَحُكْمٌ مِنْ أَحْكَامِ اللهِ ، يَقْذِفُهُ فِيْ قُلُوْبِ مَنْ يَشَاءَ مِنْ عِبَادِهِ

“Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla, dan salah satu dari hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya”.

Keterangan:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi di dalam kitab Al Wahiyaat 1/74, beliau berkata: “Hadits ini tidak shahih dan secara mayoritas para perawinya tidak dikenal”. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “Ini adalah hadits batil”. Asy Syaikh Al Albani menegaskan bahwa hadits ini palsu. (Lihat Silsilah Adh Dha’ifah no 1227)

(Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli “Tasawuf Dan Ilmu Laduni”. Dikirim oleh al Al Akh Ibn Harun via email.)


Offline Selamat

  • Laksamana Madya
  • *
  • Posts: 5160
  • Karma: +67/-37
  • Gender: Male
  • Last Login:January 24, 2014, 10:40:07 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #100 on: May 12, 2009, 01:06:12 PM »
AQ dan hadis tu sendiri adalah laduni..naper kita abaikan.

Banyak faedah membacanya lagi dan lagi..

Offline ibnu_adam

  • Leftenan Komander
  • *
  • Posts: 1156
  • Karma: +12/-25
  • Last Login:August 08, 2011, 07:43:44 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #101 on: May 12, 2009, 02:44:42 PM »
ambo nak tanya la sikit...
banyak orang tak ada la kemahiran dan tahap untuk dapat ilmu laduni...

tapi kalau dok renung pesakit dan dok mencari ilham macam mana nak rawat pesakit tuu...sebab dah baca A Q dan doa  itu dan ini dan selawat itu dan ini tak jugak ada rezeki untuk sembuh...

... dalam dok merenung tu TIBA TIBA dapat ilham kat kepala otak untuk mencuba cara lain dan berdoa dengan AQ ayat ayat lain pulak...dan cara cara rawatan yang berbeda jugak..dan maka
dengan izin ALLah juga setelah ditukar teknik maka jadik serasi dah semboh la pesakit nihh...

adakah proses ini dipanggil ilmu laduni-ilham dalam konteks yang kita dok bincangkan nih...atau adakah ianya bisikan setan jer untuk menyesatkan perawat dan pesakitt....
Seminar Prestasi Seks Suami Cemerlang dan Ceramah Istimewa Tok Belagak pada 14 Nov 2009 di Bdr Baru Bangi
Sila lawat http://seminarperawatcemerlang.blogspot.com/
ibnuadam27@gmail.com

Offline Selamat

  • Laksamana Madya
  • *
  • Posts: 5160
  • Karma: +67/-37
  • Gender: Male
  • Last Login:January 24, 2014, 10:40:07 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #102 on: May 12, 2009, 02:45:57 PM »
dah Dia kabau.."brdoalah, nescaya Aku perkenankan..."...mahfumnya ler.

Offline ibnu_adam

  • Leftenan Komander
  • *
  • Posts: 1156
  • Karma: +12/-25
  • Last Login:August 08, 2011, 07:43:44 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #103 on: May 12, 2009, 02:52:39 PM »
dah Dia kabau.."brdoalah, nescaya Aku perkenankan..."...mahfumnya ler.

yang bab tu kita paham tok wali selamat....tapi deme dok kata kena level tok sheikh khalifah panglima baru dapat ilmu ilham laduni...jadiknya soldadu kaki, drebar ambulan paramedic nih sampai bila pun tak dapat jadik tahap khalifah...jadiknya kalau dapat idea sikit sikit, maka jampi dan hembus dan dengan ijinnya jadik serasi dan kebah..tu kira macam mana pulak tuuu ??...tu soalannya..
Seminar Prestasi Seks Suami Cemerlang dan Ceramah Istimewa Tok Belagak pada 14 Nov 2009 di Bdr Baru Bangi
Sila lawat http://seminarperawatcemerlang.blogspot.com/
ibnuadam27@gmail.com

Offline Selamat

  • Laksamana Madya
  • *
  • Posts: 5160
  • Karma: +67/-37
  • Gender: Male
  • Last Login:January 24, 2014, 10:40:07 AM

  • Activity
    0%
Re: ILMU LADUNI-ILHAM
« Reply #104 on: May 12, 2009, 03:48:01 PM »
tu dari segi adab prcakapan manusia yg suka klas2kan manusia ni..

padaNya..semua tu hamba2Nya belaka.

dlm AQ..Allah swt leh brfirman pada burung, semut, api dll..dari segi darjat, manusia sebaik2 ciptaanNya.
_________

prcakapan ni mudah nak cakap..tapi nak amal, pehhh..

"lihat apa yg disampaikan bukannya lihat sapa yg yg menyampaikan"..